Minggu, 01 Januari 2012

friendly to the environment

Bangunan Hemat Energi tidak terlepas dari efisiensi pemakaian : energi, air, dan bahan-bahan.
Bangunan hijau terletak pada filosofi merancang bangunan yang harmonis dengan sifat-sifat dan sumber alam yang ada di sekelilingnya. Konsep Bangunan ramah lingkungan juga mencakup pada penggunaan material-material yang ramah lingkungan, seperti meminimalkan penggunaan bahan-bahan yang merusak lingkungan, tetapi menggantinya dengan produk-produk yang lebih ramah lingkungan atau produk-produk daur ulang, atau juga pemilihan material dari kayu.


Selain itu tak hanya pada material-material rumah yang ramah lingkungan saja, tetapi juga sampai pada produk-produk yang digunakan dalam rumah tersebut juga merupakan produk yang ramah lingkungan, misalnya peralatan rumah yang hemat energi. Interior rumah yang juga dibuat ramah lingkungan, misalnya menghindari penggunaan sofa dari bahan kulit atau penggunaan karpet yang terbuat dari bulu-bulu domba.

Membangun sebuah lingkungan sehat tak hanya menawarkan ruang yang lebih layak huni dan menghemat energi serta ramah pada lingkungan. Ada beberapa prosedur sederhana untuk mewujudkan prinsip gaya hidup ramah lingkungan di rumah.

- Pencahayaan.
Pencayahan Alami dan Ventilasi yang memungkinkan cahaya dan sirkulasi udara lebih leluasa masuk rumah sehingga menciptakan ruang lebih sehat. Ini juga cara lain untuk menghemat biaya energi dan meningkatkan kualitas hidup Anda. Gunakan pencahayaan hemat energi. Ganti bola lampu pijar tradisional dengan lampu hemat energi.
Sifatnya yang sangat efisien membuat LED sangat hemat energi. Hal ini disebabkan oleh karakternya yang menyerap energi dan mengubahnya menjadi cahaya, bukan panas. Bandingkan dengan halogen yang menghasilkan panas jauh lebih besar dibandingkan dengan kuantitas cahayanya.

- Gunakan produk Daur Ulang.
Masukkan produk dengan konten yang didaur ulang saat merombak bangunan berikutnya. Cobalah untuk menggunakan kembali dan memperbarui komponen bangunan yang ada sebelumnya. Puing-puing paling mungkin di daur ulang.



- Hindari penggunaan bahan-bahan bangunan dengan emisi kimia, seperti formalin, pelarut, dan senyawa organik volatil (VOC). Senyawa ini dapat ditemukan di papan partikel, cat, lantai vinil, dan penutup dinding jenis tertentu dari karpet dan bahkan isolasi. Emisi bahan bangunan kimia berkontribusi menyebabkan sick building syndrome dan dapat membuat Anda sakit.

- Pasang pemanas air dengan tenaga surya yang layak. Matahari menyediakan sumber energi yang membantu untuk mengurangi penggunaan energi dan biaya.
Hemat penggunaan air dengan memasang perlengkapan hemat air atau membuat sistem resapan dan daur ulang air di rumah sehingga air bisa termanfaatkan dengan baik.

- Gunakan pembersih tidak beracun untuk membersihkan rumah. Banyak rumah tangga menggunakan produk beracun dan bisa mencemari air atau tanah, misalnya deterjen yang tidak ramah lingkungan. Hindari penggunaan pestisida. Pestisida kebanyakan mengandung senyawa beracun. Gunakan metode alternatif untuk menghilangkan masalah hama atau tanaman di taman dan di rumah Anda. Atau mengusir serangga yang ada.

- Minimalkan penggunaan karpet. Karpet menggunakan banyak bahan kimia dalam pembuatannya. Karpet juga berkontribusi terhadap polusi udara dalam ruangan karena debu dan polutan lainnya dalam serat karpet.
Pasang sistem pendingin udara yang hemat energi untuk menggantikan peralatan lama dan metode lain untuk menghemat energi.

Sumber :
www.greensociety.or.id/news/
http://www.kiwod.com/

Softskill
Tema : Bahan Banguna Hemat Energi
Arsitektur

Tidak ada komentar: